Selasa, 15 November 2011

slum area di medan


Tugas Antropologi Budaya Modern
Kawasan Slum Area di Medan








 





Oleh
Dwi Theresia Sipangkar
NIM : 3103122006

PENDIDIKAN ANTROPOLOGI SOSIAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2011/2012
Potret Slum Area Medan Sekitarnya

Flowchart: Process: GAMBAR I
Lokasi : jln slamet ketaren
Waktu: 11 November 2011
Daerah ini dikatakan termasuk slum area karena daerah ini terletak di belakang dan daerah itu sangat kotor, ketika saya kesitu, ada sebuah pernyataan yang dikeluarkan salah seorang masyarakat setempat begini “ ngapain kau dek? Mau foto kalau kau sedang berada di kawasan kumuh”. Dalam hal ini berarti daerah tersebut. Dengan demikian warga daerah tersebut saja mengakui bahwa ia berada di kawasan kumuh.
Daerah ini berada di jalan slamet kataren, jika kita berhenti di lampu merah yang berada disimpang 4 unimed tersebut, kita bergerak ke arah jalan tol. Kita jalan beberapa meter lalu lewat gereja sedikit, ada sebuah gang kecil, lalu kita masuk saja kedalam, maka kita akan menjumpai kawasan yang bisa di anggap kumuh. Kawasan ini berada diantara bangunan – bangunan besar seperti MMTC, selain itu disekitar kawasan tersebut terdapat banyak sampah berserakkan dan kotor. Dan disana juga terlihat anak – anaknya kotor sedang bermain di luar dan dari tutur katanya pun terlihat bahwa mereka berada di daerah yang sangat seram(bebas).









 


Text Box: GAMBAR II
Lokasi : Glugur
Waktu : 11 November 2011
Gambar yang ke 2 ini, saya ambil di daerah glugur/helvetia tepatnya di pinggiran rel kereta api. Di daerah tersebut banyak terdapat rumah yang di tempati masyarakat. Di sana, rumah – rumah sangat dekat dengan rel kereta api hanya beda bebrapa meter saja dari rel kreta api. Disana terlihat banyak sampah berserahkan di pinggiran rel kereta apai maupun di sekitar halaman rumahnya. Disana juga sudah menjadi sebiah kebiasaan masyarakat setempat untuk menjemur di depan rumah dan dipinggiran rel kreta api atau di seng rumahnya, karena tidak ada lagi lahan untuk tempat menjemur pakaian. 
Tetapi ada di daerah sekitar situ juga yang daerahnya bersih dari sampah – sampah, hal ini karena ada masyarakat yang sudah peduli dengan kebersihan lingkungan. Masayarakat sekitar juga sangat baik ramah. Mereka sudah bisa menerima orang yang mengadakan penelitian tak ada lagi kelihatan wajah yang seram..                                                                                         


Text Box: GAMBAR III
LOKASI : Pinggiran Rel Kreta Api Bakaran Batu Belakang, Thambrin
Waktu : 15 November 2011
Kawasan ini dapat saya katakan kumuh atau termasuk slum area karena kawasan ini berada di pinggiran rel kreta api, dan berada di belakang gedung – gedung tinggi. Daerah ini juga terlihat sangat kotor, banyak sampah berserakan dan banyak rumput – rumput yang sudah tinggi tak di bersihkan. Masyrakat setempat juga bermata pencarian sebagai pemungut barang – barang bekas atau sering kita sebut sebagai tukang botot. Mengapa saya kata demikian? Karena barang – barang bekas ataupun plastik- plastik mereka kumpul di pinggiran rel kreta api tersebut dekat rumah mereka.  Rumah tempat tinggal masyarakat sekitar juga berasal dari gubuk – gubuk atau papan yang sangat kecil dan menurut saya rumah itu tidak layak untuk ditempati.                                                                                                                                                 


Text Box: GAMBAR IV
LOKASI : PERUMNAS MANDALA
WAKTU : 15 NOVEMBER 2011
Kawasan ini saya katakan kumuh dan termasuk slum area karena kawasan ini sangat kotor, banyak sampah berserahkan. Masyarakat setempat pada umumnya sebagai peternek babi sehingga lingkungkan sekitar teerlihat kotor. Sebenarnya sampah yang berserahkan itu disebabkan oleh makanan babi, seperti ampas, dedak , sisa makanan yang dimna dalamnya terdapat sampah – sampah.
Masyarakat membuat kandang babinya tepat dekat rumah tempat tinggalnya, sehingga kawasan tersebut sangat ribut dan sangat bau. Ketika mereka mencuci pakaian mereka, mereka langsung menjemur pakaiannya didekat kandang babinya. Kawasan ini memang benar – benar sangat kumuh dan sangat kotor.
Ketika saya kesana, masyarakat tersebut terlihat sangat seram, karena pada umumnya masyarakat yang tinggal di daerah tersebut pada umumnya bersuku batak. Seperti apa yang kita ketahui selama ini bahwa batak terkenalnya keras dan galak, saya saja sebagai orang batak masih merasa takut ketika mau mengambil foto tersebut, sehingga saya menggambil fotonya secara diam – diam.                                                                                                              





2 komentar:

  1. itu lah..
    padahal dag ku masukkan, gag tau kesalahan dimna...
    itu yg putih itukan fotony
    tp gag nampak

    BalasHapus